Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) di sektor pertanian terbukti mampu meningkatkan hasil panen dan mengefisiensikan penggunaan pupuk serta air secara signifikan. Konsep pertanian pintar (smart agriculture) ini terus dikampanyekan untuk menarik minat generasi muda bertani.
Melalui sensor IoT yang ditanam di area persawahan, petani dapat memantau keasaman tanah, suhu udara, serta kebutuhan air tanaman secara real-time langsung dari ponsel pintar mereka.
Sistem pengairan dan pemupukan otomatis akan aktif bekerja hanya saat data sensor menunjukkan tanaman membutuhkannya, meminimalkan pemborosan sumber daya dan menjaga kelestarian ekosistem tanah pertanian jangka panjang.